Author: Admin

  • Polda Metro Jaya  Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Polda Metro Jaya  Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Polda Metro Jaya menemukan sejumlah video terkait kasus Sutrimo yang beredar di media sosial ternyata merupakan konten hasil manipulasi atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebab, di tengah proses penyidikan, beredar pula video amatir yang justru dapat membantu polisi mengungkap rangkaian peristiwa.

    Menurut Budi, penyidik berterima kasih kepada masyarakat yang mengunggah video amatir yang benar-benar merekam peristiwa terkait kasus Sutrimo. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

    “Polda Metro Jaya berterima kasih terkait adanya unggahan video amatir terkait peristiwa. Itu salah satu proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum,” kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

    Namun, polisi tidak bisa begitu saja memercayai seluruh rekaman yang beredar. Budi menyebut sebagian video terindikasi sebagai hoaks, misinformasi, hingga konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.

    Baca Juga:

    Nama Febrio Masuk Radar Penyidik di Kasus Sutrimo, Polisi: Akan Kita Dalami

    “Banyak video yang sebenarnya sesuai fakta dan peristiwa, tapi dibuat AI generated,” ujarnya.

    Karena itu, penyidik melakukan analisis dan verifikasi terhadap video-video yang beredar untuk memilah rekaman yang relevan dengan kejadian sebenarnya.

    Budi menegaskan konten yang beredar di media sosial tidak akan langsung dijadikan dasar penyidikan sebelum melalui proses pemeriksaan.

    “Penyidik tidak akan terganggu oleh berita hoaks, makanya sudah kita stamp, berita hoaks, misinformasi, AI generated, tetapi informasi ini masih kita analisis terkait video tersebut,” kata Budi.

    Menurutnya, penyaringan tersebut penting karena video amatir yang autentik dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebaliknya, rekaman yang telah dimanipulasi berpotensi menyesatkan publik dan mengganggu proses pengungkapan perkara.

    Baca Juga:

    Rusuh 27 Agustus Belum Usai Diusut, Polisi Kejar Aktor di Balik Layar

    Polisi Tunggu Hasil Labfor

    Selain menelusuri bukti visual yang beredar di ruang digital, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terkait kasus Sutrimo.

    Budi mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat. Hasilnya nantinya akan disampaikan oleh dokter Labfor bersama tim dokter forensik dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Dengan demikian, penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan pemeriksaan forensik, tetapi juga menyisir berbagai bukti visual yang beredar di media sosial.

    Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memercayai video yang viral. Keaslian, sumber, dan konteks rekaman tetap perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai informasi terkait kasus Sutrimo.

  • Polisi Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Polisi Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Polda Metro Jaya menemukan sejumlah video terkait kasus Sutrimo yang beredar di media sosial ternyata merupakan konten hasil manipulasi atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebab, di tengah proses penyidikan, beredar pula video amatir yang justru dapat membantu polisi mengungkap rangkaian peristiwa.

    Menurut Budi, penyidik berterima kasih kepada masyarakat yang mengunggah video amatir yang benar-benar merekam peristiwa terkait kasus Sutrimo. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

    “Polda Metro Jaya berterima kasih terkait adanya unggahan video amatir terkait peristiwa. Itu salah satu proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum,” kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

    Namun, polisi tidak bisa begitu saja memercayai seluruh rekaman yang beredar. Budi menyebut sebagian video terindikasi sebagai hoaks, misinformasi, hingga konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.

    Baca Juga:

    Nama Febrio Masuk Radar Penyidik di Kasus Sutrimo, Polisi: Akan Kita Dalami

    “Banyak video yang sebenarnya sesuai fakta dan peristiwa, tapi dibuat AI generated,” ujarnya.

    Karena itu, penyidik melakukan analisis dan verifikasi terhadap video-video yang beredar untuk memilah rekaman yang relevan dengan kejadian sebenarnya.

    Budi menegaskan konten yang beredar di media sosial tidak akan langsung dijadikan dasar penyidikan sebelum melalui proses pemeriksaan.

    “Penyidik tidak akan terganggu oleh berita hoaks, makanya sudah kita stamp, berita hoaks, misinformasi, AI generated, tetapi informasi ini masih kita analisis terkait video tersebut,” kata Budi.

    Menurutnya, penyaringan tersebut penting karena video amatir yang autentik dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebaliknya, rekaman yang telah dimanipulasi berpotensi menyesatkan publik dan mengganggu proses pengungkapan perkara.

    Baca Juga:

    Rusuh 27 Agustus Belum Usai Diusut, Polisi Kejar Aktor di Balik Layar

    Polisi Tunggu Hasil Labfor

    Selain menelusuri bukti visual yang beredar di ruang digital, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terkait kasus Sutrimo.

    Budi mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat. Hasilnya nantinya akan disampaikan oleh dokter Labfor bersama tim dokter forensik dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Dengan demikian, penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan pemeriksaan forensik, tetapi juga menyisir berbagai bukti visual yang beredar di media sosial.

    Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memercayai video yang viral. Keaslian, sumber, dan konteks rekaman tetap perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai informasi terkait kasus Sutrimo.

  • Polisi Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Polisi Bongkar Video AI di Kasus Sutrimo, Ternyata Banyak yang Palsu

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto (Foto: Inilahcom/Wahyu)

    Polda Metro Jaya menemukan sejumlah video terkait kasus Sutrimo yang beredar di media sosial ternyata merupakan konten hasil manipulasi atau dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sebab, di tengah proses penyidikan, beredar pula video amatir yang justru dapat membantu polisi mengungkap rangkaian peristiwa.

    Menurut Budi, penyidik berterima kasih kepada masyarakat yang mengunggah video amatir yang benar-benar merekam peristiwa terkait kasus Sutrimo. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

    “Polda Metro Jaya berterima kasih terkait adanya unggahan video amatir terkait peristiwa. Itu salah satu proses penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan Ditreskrimum,” kata Budi dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026).

    Namun, polisi tidak bisa begitu saja memercayai seluruh rekaman yang beredar. Budi menyebut sebagian video terindikasi sebagai hoaks, misinformasi, hingga konten yang dibuat menggunakan teknologi AI.

    Baca Juga:

    Nama Febrio Masuk Radar Penyidik di Kasus Sutrimo, Polisi: Akan Kita Dalami

    “Banyak video yang sebenarnya sesuai fakta dan peristiwa, tapi dibuat AI generated,” ujarnya.

    Karena itu, penyidik melakukan analisis dan verifikasi terhadap video-video yang beredar untuk memilah rekaman yang relevan dengan kejadian sebenarnya.

    Budi menegaskan konten yang beredar di media sosial tidak akan langsung dijadikan dasar penyidikan sebelum melalui proses pemeriksaan.

    “Penyidik tidak akan terganggu oleh berita hoaks, makanya sudah kita stamp, berita hoaks, misinformasi, AI generated, tetapi informasi ini masih kita analisis terkait video tersebut,” kata Budi.

    Menurutnya, penyaringan tersebut penting karena video amatir yang autentik dapat memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang terjadi di lapangan. Sebaliknya, rekaman yang telah dimanipulasi berpotensi menyesatkan publik dan mengganggu proses pengungkapan perkara.

    Baca Juga:

    Rusuh 27 Agustus Belum Usai Diusut, Polisi Kejar Aktor di Balik Layar

    Polisi Tunggu Hasil Labfor

    Selain menelusuri bukti visual yang beredar di ruang digital, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) terkait kasus Sutrimo.

    Budi mengatakan hasil pemeriksaan tersebut diharapkan keluar dalam waktu dekat. Hasilnya nantinya akan disampaikan oleh dokter Labfor bersama tim dokter forensik dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

    Dengan demikian, penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan saksi dan pemeriksaan forensik, tetapi juga menyisir berbagai bukti visual yang beredar di media sosial.

    Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memercayai video yang viral. Keaslian, sumber, dan konteks rekaman tetap perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai informasi terkait kasus Sutrimo.

  • Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil di Jaksel Diamankan Polisi

    Respons Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa) Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut. “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa) “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.

  • Respons Dan Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Respons Dan Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa) Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut. “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa) “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.

  • Respons Dan Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Respons Dan Gerak Cepat Polres Metro Jakarta Selatan Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa) Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut. “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa) “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.

  • Respons Cepat Polres Jaksel Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Respons Cepat Polres Jaksel Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa) Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut. “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa) “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.

  • Respons Cepat Polres Jaksel Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Respons Cepat Polres Jaksel Amankan Pria Viral Ngamuk Pecahkan Kaca Mobil

    Polisi mengamankan pria yang viral di medsos karena mengamuk hingga melempar batu ke kaca mobil di Jagakarsa (dok Istimewa) Jakarta – Polsek Jagakarsa Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) merespons cepat viral pria memecahkan kaca mobil. Polisi memeriksa intensif pria berinisial KB (41) tersebut. “Hari ini dari Polsek Jagakarsa sudah mengamankan seseorang yang diduga melakukan perusakan sebuah mobil yang di Jalan Durian, Jagakarsa,” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, Kamis (3/9/2026).

    Peristiwa KB mengamuk di jalanan itu viral di media sosial (medsos). Dia terlihat melemparkan batu besar ke kaca mobil hingga merusak spion mobil.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB.

    Tim penyidik sudah meminta keterangan dari KB terkait kasus perusakan mobil itu. Kapolsek turut bertanya langsung kepada KB. (dok Istimewa) “Nggak kenal (dengan sopir atau orang baju putih). Saya kan hanya cuma punya hati untuk mau tolong saja. Jadi sampai di situ itu sopir itu langsung gas mobil, orang itu jatuh dari mobil itu dia tergantung, gulingnya di aspal. Langsung dia bangun gini dia teriak ‘maling’,” kata KB.

    KB ikut mengejar mobil karena mengira sopir mobil itu adalah maling. Dia mengaku memecahkan kaca mobil karena tak mau sopir kabur.

    “Jadi yang saya emosi itu yang waktu saya kejar pas kejar, iya suruh mau buka pintu mobil mau nanya ‘apa persoalan kamu kabur? Orang ada teman yang jatuh dari mobil kamu kabur terus’. Iya. Tapi dia karena takut dia nggak mau buka ya udah saya dengan cara memecah kaca,” ungkapnya.

    “Iya, saya-saya pecah itu supaya dia bisa jangan lanjut jalan lagi,” katanya.

    Sebelumnya, video seorang pria mengamuk hinggan melempar batu ke kaca mobil di wilayah Jagakarsa, Jaksel, beredar di medsos. Polisi kini mencari pelaku perusakan itu.

    Berdasarkan video yang dilihat, Rabu (2/9), peristiwa disebut terjadi pagi tadi. Pria yang mengenakan jaket itu melempari kaca mobil dengan batu hingga retak.

    Sambil melempari batu, pria tersebut terdengar marah-marah sambil berteriak. Sejumlah warga di sekitar tampak menyaksikan aksi pria mengamuk tersebut.

    Dari video yang beredar dinarasikan bahwa mulanya peristiwa berawal ketika pria yang berkendara motor disebut terserempet oleh mobil. Kemudian, pria tersebut mengejar mobil hingga berhenti. Peristiwa perusakan itu lalu terjadi.

  • Polres Jaksel Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Polres Jaksel Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Foto: Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)

    Jakarta – Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. Anggota kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami kasus yang terjadi. “Polsek Pesanggrahan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak,” demikian keterangan Polsek Pesanggrahan di akun Instagram @polsekpesanggrahan, Kamis (3/9/2026).

    Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di Jalan H Elyas, Petukangan Utara, pada Senin (31/8). Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah warga sudah berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP).

    Viral Cekcok Petugas dan Penumpang KRL di Stasiun Angke, KCI Urai Duduk Perkara Polisi mengamankan TKP untuk mencegah kasus main hakim sendiri. Seorang terduga pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pria yang diduga terkait kejadian tersebut. Selanjutnya, pihak terkait dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

    Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jaksel sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist) Polsek Pesanggrahan juga menangani laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Jalan Sulaiman, Petukangan Utara yang terjadi pada Rabu (2/9) dini hari kemarin.

    Ketua RT Cerita Sosok Warga Depok Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia “Mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan informasi. Diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.

  • Polres Jaksel Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Polres Jaksel Respons Dugaan Pelecehan Anak, Pelaku Diamankan

    Foto: Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist)

    Jakarta – Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. Anggota kepolisian mendatangi lokasi kejadian untuk mendalami kasus yang terjadi. “Polsek Pesanggrahan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelecehan terhadap seorang anak,” demikian keterangan Polsek Pesanggrahan di akun Instagram @polsekpesanggrahan, Kamis (3/9/2026).

    Kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi di Jalan H Elyas, Petukangan Utara, pada Senin (31/8). Dalam foto yang diunggah, tampak sejumlah warga sudah berkumpul di tempat kejadian perkara (TKP).

    Viral Cekcok Petugas dan Penumpang KRL di Stasiun Angke, KCI Urai Duduk Perkara Polisi mengamankan TKP untuk mencegah kasus main hakim sendiri. Seorang terduga pelaku dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut.

    “Petugas mendatangi lokasi dan mengamankan seorang pria yang diduga terkait kejadian tersebut. Selanjutnya, pihak terkait dibawa ke Polsek Pesanggrahan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

    Polsek Pesanggrahan Polres Metro Jaksel sigap merespons laporan warga terkait dugaan pelecehan seksual dan pencurian. (do Ist) Polsek Pesanggrahan juga menangani laporan masyarakat terkait dugaan pencurian kabel di Jalan Sulaiman, Petukangan Utara yang terjadi pada Rabu (2/9) dini hari kemarin.

    Ketua RT Cerita Sosok Warga Depok Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia “Mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta pengumpulan informasi. Diimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” katanya.