Author: Admin

  • 3.550 Personel TNI-Polri dan Pemda Bersihkan 11 Titik Sungai Jelang HUT RI

    3.550 Personel TNI-Polri dan Pemda Bersihkan 11 Titik Sungai Jelang HUT RI

    Jakarta – Sebanyak 3.550 personel gabungan TNI-Polri, Pemprov DKI Jakarta, BPBD, hingga masyarakat dikerahkan untuk membersihkan sungai di 11 titik. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, juga dirangkai dengan penanaman pohon dan bakti sosial dalam menyambut HUT ke-81 RI. Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak mengatakan, aksi tersebut melibatkan jajaran Kodam Jaya, Polda Metro Jaya, Pemprov DKI, komunitas, relawan, dan masyarakat.

    “Seluruh personel yang dilibatkan yaitu sebanyak 3.550, terdiri dari TNI-Polri, kemudian dari Pemprov DKI, BPBD, Dinas SDA, Lingkungan Hidup, Bina Marga, komunitas, relawan, dan masyarakat,” kata Noor Iskak di Sunvai Kalijodo, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026).

    Pembersihan dilakukan serentak di 11 titik. Selain kawasan Kalijodo, lokasi kegiatan mencakup Sungai Ciliwung, Kepulauan Seribu, Banjir Kanal, Kali Pesanggrahan, Kali Mookervart, Kali Sabi atau Kali Nambo, irigasi Kecamatan Bekasi Utara, Kali Tengah kawasan kampus UI Depok, Kali Sekunder B5 Kabupaten Bekasi, serta Kali Cisadane dan anak Sungai Cimanceuri di Kabupaten Tangerang.

    Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Aksi tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi terhadap dampak perubahan kondisi iklim, termasuk El Nino.

    “Memperingati HUT RI serta dalam rangka melaksanakan salah satu program Bapak Presiden, yaitu program ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Sekaligus ini sebagai antisipasi kita dalam rangka menghadapi dampak iklim El Nino,” ujarnya.

    Tak hanya mengangkut sampah dari sungai dan bantaran, kegiatan juga diisi penanaman pohon di sekitar kawasan sungai serta pemberian bantuan sosial kepada warga.

    Sementara itu, Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan, dirinya hadir mewakili Gubernur DKI untuk mengikuti kegiatan yang melibatkan jajaran TNI dan Polri tersebut. Pembersihan juga dilakukan di sejumlah kawasan bantaran sungai, termasuk Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat.

    “Kegiatan ini akan memberikan contoh bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan, menjaga lingkungan, sehingga Jakarta menjadi wilayah bersih, tertib dan asri sebagaimana disampaikan Bapak Presiden,” kata Uus.

  • Jembatan Merah Putih Diresmikan, Kapolda Sumsel Hadirkan Bakti Sosial dan Kesehatan untuk Warga Banyuasin

    Jembatan Merah Putih Diresmikan, Kapolda Sumsel Hadirkan Bakti Sosial dan Kesehatan untuk Warga Banyuasin

    Reporter: Redaksi TBNews

    Kamis, 13/08/2026 | 21:20 WIB

    Jembatan Merah Putih Diresmikan, Kapolda Sumsel Hadirkan Bakti Sosial dan Kesehatan untuk Warga Banyuasin

    BANYUASIN — Peresmian Jembatan Merah Putih di Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, menjadi momentum Polda Sumatera Selatan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui bakti sosial dan bakti kesehatan, Kamis (13/8/2026).

    Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan kemanusiaan tersebut dengan melibatkan jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, Kapolres Banyuasin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan.

    Kegiatan tersebut menyasar langsung kebutuhan masyarakat melalui penyaluran 1.000 paket sembako serta pelayanan kesehatan kepada 1.000 penerima manfaat. Kehadiran dua bentuk bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Sumsel untuk memastikan momentum pembangunan infrastruktur juga memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan masyarakat.

    Selain pemeriksaan dan pelayanan kesehatan, Polda Sumsel juga menyerahkan alat bantu kesehatan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut terdiri dari satu unit kursi roda, satu tongkat alat bantu jalan, tiga tongkat kruk alat bantu jalan, serta dua kacamata baca.

    Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., hadir bersama jajaran Polda Sumsel untuk memastikan kegiatan kemanusiaan tersebut berjalan dan manfaatnya dapat diterima secara langsung oleh warga.

    Kehadiran jajaran Polda Sumsel dalam kegiatan tersebut juga memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Jembatan Merah Putih yang menjadi bagian dari penguatan akses masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas warga sekaligus memperkuat hubungan sosial dan ekonomi di wilayah Banyuasin.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan sosial dan kesehatan warga.

    “Pelaksanaan bakti sosial dan bakti kesehatan ini merupakan bukti nyata bahwa kehadiran Polri tidak hanya terbatas pada koridor pemeliharaan keamanan dan penegakan hukum. Momentum peresmian Jembatan Merah Putih kami optimalkan untuk memastikan negara hadir secara langsung memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Menurutnya, sinergi antara pembangunan infrastruktur dan pelayanan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

    “Ketika pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, maka manfaat kehadiran negara akan semakin dirasakan. Ini yang terus kami dorong sesuai arahan Kapolda Sumsel,” tambahnya.

    Bakti kesehatan juga menjadi bentuk perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya lansia dan warga yang membutuhkan alat bantu mobilitas. Penyerahan kursi roda, tongkat alat bantu jalan, tongkat kruk, dan kacamata baca diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas serta kualitas hidup para penerima manfaat.

    Rangkaian kegiatan peresmian Jembatan Merah Putih dan bakti sosial tersebut sekaligus memperlihatkan wajah Polri yang hadir bersama masyarakat dalam berbagai kebutuhan kehidupan. Infrastruktur menjadi jembatan penghubung secara fisik, sementara pelayanan sosial dan kesehatan menjadi jembatan kepedulian antara Polri dan masyarakat.

    Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan keamanan, pelayanan, serta manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

  • Semarak 81 Kemerdekaan RI, Polda Sumsel Bangun 81 Jembatan Merah Putih

    Semarak 81 Kemerdekaan RI, Polda Sumsel Bangun 81 Jembatan Merah Putih

    BANYUASIN — Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Sumatera Selatan dan jajaran menghadirkan 81 Jembatan Merah Putih Presisi sebagai wujud kehadiran Polri dalam membuka akses, memperpendek jarak tempuh, dan mendukung aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

    Program tersebut menjadi bagian dari Peresmian Jembatan Merah Putih Polri yang dilaksanakan secara terpusat melalui konferensi video bersama Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, Kamis (13/8/2026). Di Sumatera Selatan, salah satu jembatan yang diresmikan berada di Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

    Jembatan di Desa Lalang memiliki panjang 14 meter dan lebar 1,5 meter. Keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 900 warga, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

    Sebelum tersedia jembatan, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih panjang untuk menuju akses yang dibutuhkan. Dengan adanya Jembatan Merah Putih, perjalanan warga dapat dipangkas sekitar 4,5 kilometer atau menghemat waktu tempuh hingga sekitar 25 menit.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    Program Jembatan Merah Putih di Sumatera Selatan tidak hanya dilaksanakan di Banyuasin. Berdasarkan rekapitulasi Polda Sumsel dan Polres/Tabes jajaran, tercatat sebanyak 81 jembatan, terdiri atas 74 jembatan yang telah selesai dibangun dan 7 jembatan yang masih dalam proses pembangunan.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 jembatan yang telah rampung telah memberikan manfaat kepada sekitar 100.900 jiwa. Sementara itu, apabila seluruh 81 jembatan yang terdata telah selesai dibangun, estimasi penerima manfaat di berbagai wilayah Sumatera Selatan mencapai sekitar 111.600 jiwa.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

    “Jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Yang terpenting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari memperpendek waktu perjalanan, mempermudah aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial, hingga membuka konektivitas antarwilayah. Semangatnya adalah Polri hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semakin bermakna karena semangat kemerdekaan diwujudkan melalui pembangunan yang dapat membantu masyarakat terbebas dari keterbatasan akses dan memperlancar aktivitas sehari-hari.

    Kehadiran 81 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumatera Selatan sekaligus menggambarkan komitmen Polda Sumsel dan jajaran untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui infrastruktur yang tepat guna dan menyentuh kebutuhan warga, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.

  • Semarak 81 Kemerdekaan RI, Polda Sumsel Bangun 81 Jembatan Merah Putih

    Semarak 81 Kemerdekaan RI, Polda Sumsel Bangun 81 Jembatan Merah Putih

    BANYUASIN — Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Sumatera Selatan dan jajaran menghadirkan 81 Jembatan Merah Putih Presisi sebagai wujud kehadiran Polri dalam membuka akses, memperpendek jarak tempuh, dan mendukung aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

    Program tersebut menjadi bagian dari Peresmian Jembatan Merah Putih Polri yang dilaksanakan secara terpusat melalui konferensi video bersama Presiden Republik Indonesia dan Kapolri, Kamis (13/8/2026). Di Sumatera Selatan, salah satu jembatan yang diresmikan berada di Desa Lalang, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin.

    Jembatan di Desa Lalang memiliki panjang 14 meter dan lebar 1,5 meter. Keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 900 warga, terutama dalam menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

    Sebelum tersedia jembatan, masyarakat harus menempuh jalur yang lebih panjang untuk menuju akses yang dibutuhkan. Dengan adanya Jembatan Merah Putih, perjalanan warga dapat dipangkas sekitar 4,5 kilometer atau menghemat waktu tempuh hingga sekitar 25 menit.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

    Program Jembatan Merah Putih di Sumatera Selatan tidak hanya dilaksanakan di Banyuasin. Berdasarkan rekapitulasi Polda Sumsel dan Polres/Tabes jajaran, tercatat sebanyak 81 jembatan, terdiri atas 74 jembatan yang telah selesai dibangun dan 7 jembatan yang masih dalam proses pembangunan.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 jembatan yang telah rampung telah memberikan manfaat kepada sekitar 100.900 jiwa. Sementara itu, apabila seluruh 81 jembatan yang terdata telah selesai dibangun, estimasi penerima manfaat di berbagai wilayah Sumatera Selatan mencapai sekitar 111.600 jiwa.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.

    “Jembatan ini bukan sekadar pembangunan fisik. Yang terpenting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari memperpendek waktu perjalanan, mempermudah aktivitas ekonomi, pendidikan dan sosial, hingga membuka konektivitas antarwilayah. Semangatnya adalah Polri hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi semakin bermakna karena semangat kemerdekaan diwujudkan melalui pembangunan yang dapat membantu masyarakat terbebas dari keterbatasan akses dan memperlancar aktivitas sehari-hari.

    Kehadiran 81 Jembatan Merah Putih Presisi di Sumatera Selatan sekaligus menggambarkan komitmen Polda Sumsel dan jajaran untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui infrastruktur yang tepat guna dan menyentuh kebutuhan warga, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan masyarakat.

  • Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

    Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

    Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya
    Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri saat meresmikan secara langsung salah satu jembatan yang berlokasi di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

    “Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.

    Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.

    “Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan,” ucap Asep.

    Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    “Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat,” kata Asep.

    Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.

    Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

    Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.

    “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

    Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

  • Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

    Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya

    Jembatan Presisi jadi penghubung baru warga di wilayah Polda Metro Jaya
    Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri saat meresmikan secara langsung salah satu jembatan yang berlokasi di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

    Jakarta (ANTARA) – Sebanyak lima Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya diresmikan Presiden bersamaan dengan jembatan lainnya untuk mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat, Kamis.

    Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri turut menghadiri peresmian sekaligus bakti sosial dan bakti kesehatan di Kampung Pulongandang Tengah RT 10/RW 03, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi.

    “Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih yang di resmikan Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual melalui konferensi video Zoom,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

    Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya mengikuti rangkaian kegiatan tersebut dari lokasi Jembatan Merah Putih Presisi di Cabangbungin, sekaligus meresmikan jembatan untuk mulai dimanfaatkan masyarakat.

    Di wilayah hukum Polda Metro Jaya terdapat lima Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di Kabupaten Bekasi dan Kota Tangerang Selatan. Empat jembatan berada di Kabupaten Bekasi, sementara satu lainnya berada di Kota Tangerang Selatan.

    “Empat titik di Kabupaten Bekasi masing-masing berada di Kampung Kalenderwak, Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur; Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran; Kampung Pulongandang Tengah, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin; serta Desa Bantar Jaya, Kecamatan Pebayuran. Sementara satu jembatan lainnya berada di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan,” ucap Asep.

    Keberadaan lima jembatan tersebut menjadi akses penghubung baru bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

    “Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah perjalanan warga menuju permukiman, sekolah, fasilitas pelayanan, lahan pertanian maupun pusat kegiatan ekonomi, sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat,” kata Asep.

    Khusus di Desa Sindangsari, Cabangbungin, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi sarana penghubung yang memberikan akses lebih aman dan layak bagi warga sekitar. Usai peresmian, Kapolda Metro Jaya bersama jajaran juga meninjau langsung jembatan serta berdialog dengan masyarakat.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polda Metro Jaya juga menggelar bakti sosial berupa penyerahan paket bantuan serta bakti kesehatan bagi masyarakat sekitar.

    Kapolda Metro Jaya bersama para pejabat utama Polda Metro Jaya meninjau langsung layanan pemeriksaan kesehatan dan berdialog dengan warga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepedulian Polri sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

    Sementara itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga dan membantu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.

    “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

    Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat dan memberikan pengabdian terbaik.

    “Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak Presiden betul-betul dapat kita laksanakan, sehingga kita bisa memberikan pengabdian terbaik demi terwujudnya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.

    Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi tersebut menjadi wujud kolaborasi Polri, pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang memperkuat konektivitas serta memberikan manfaat nyata bagi warga. Masyarakat juga diharapkan turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan.

  • Pastikan Penyebab Kematian secara Ilmiah, Polri Gelar Ekshumasi Jenazah Sutrimo

    Pastikan Penyebab Kematian secara Ilmiah, Polri Gelar Ekshumasi Jenazah Sutrimo

    Proses ekshumasi jenazah Sutrimo dipimpin langsung oleh tim dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang diketuai oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti. (Foto Humas Polri/Niaga.Asia)

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas, melaksanakan proses ekshumasi terhadap jenazah almarhum Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (12/8/2026).

    Kegiatan ini merupakan bagian krusial dari proses penyidikan untuk memperoleh bukti medis dan ilmiah (scientific crime investigation) guna mengungkap fakta dan penyebab pasti kematian almarhum yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di wilayah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, selain itu disebut-sebut bekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas laporan masyarakat dan tindak lanjut dari proses penyidikan yang kini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    “Pelaksanaan ekshumasi hari ini adalah wujud komitmen Polri untuk mengusut kasus ini secara transparan dan akuntabel. Kami bekerja berdasarkan data dan fakta ilmiah untuk memastikan penyebab kematian, apakah bersifat alamiah atau tidak alamiah,” ujar Budi Hermanto di lokasi.

    Dalam pelaksanaannya, proses ekshumasi ini dipimpin langsung oleh tim dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) yang diketuai oleh Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti. Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan multidisiplin keahlian, meliputi dokter spesialis forensik medikolegal, ahli toksikologi, ahli DNA, laboratorium forensik, hingga ahli histopatologi anatomi.

    Ketua tim forensik, Brigjen Pol. dr. Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan bahwa meskipun jenazah telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 dan mengalami proses pembusukan alami, kondisi tanah di lokasi pemakaman yang relatif kering dinilai mendukung kelancaran pengambilan sampel.

    “Kami melakukan pengambilan sampel secara teliti untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Kami bekerja secara menyeluruh agar hasil yang didapatkan memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan hukum,” tegas dr. Sumy Hastry.

    Polri memohon dukungan dan kepercayaan masyarakat agar tim penyidik maupun tim forensik dapat bekerja dengan tenang dan profesional. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi salah satu alat bukti penting bagi penyidik dalam mengungkap kebenaran di balik peristiwa ini.

    Polri berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini secara objektif sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Hadirkan Solusi Air Bersih, Dengan Sumur Bor

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Hadirkan Solusi Air Bersih, Dengan Sumur Bor

    Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Air Bersih, Sumur Bor Bantu 250 KK di Sukajaya Palembang

    PALEMBANG – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dengan merespons kebutuhan dasar warga.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan sumur bor atas inisiatif Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., yang berada di lingkungan Masjid Baiturakhim, RT 42 Soak Permai, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang.

    Fasilitas tersebut kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat musim kemarau. Diperkirakan sekitar 250 kepala keluarga di wilayah tersebut terdampak keterbatasan pasokan air, sehingga keberadaan sumur bor menjadi solusi yang sangat berarti bagi pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

    Kapolsek Sukarame Kompol Alex Andriyan mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk kepedulian Kapolda Sumsel terhadap kondisi masyarakat sekaligus tindak lanjut untuk membantu warga menghadapi keterbatasan air pada musim kemarau.

    “Sumur bor ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kurang lebih 250 kepala keluarga di sekitar sini mengalami kesulitan air pada musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air warga dapat terbantu untuk keperluan sehari-hari,” ujar Kompol Alex Andriyan.

    Manfaat fasilitas tersebut terlihat dari antusiasme warga yang datang membawa jeriken maupun berbagai wadah untuk mengambil air dari sumur bor yang berada di lingkungan Masjid Baiturakhim. Air yang tersedia kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

    Menurut Kapolsek Sukarame, keberadaan sumur bor tersebut menunjukkan bahwa fasilitas air memang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di kawasan Soak Permai dan sekitarnya. Selain dapat dimanfaatkan oleh jamaah masjid, sumber air tersebut juga terbuka untuk membantu warga yang membutuhkan, khususnya ketika ketersediaan air mulai terbatas akibat musim kemarau.

    Kehadiran fasilitas tersebut pun mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumsel dan jajaran kepolisian karena telah menghadirkan sarana yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung, terutama di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan keterbatasan sumber air.

    Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan, pembangunan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Sumsel untuk terus menghadirkan Polri yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Bapak Kapolda Sumsel terus mendorong jajaran agar kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui langkah nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Sumur bor ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh akses air untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya pada musim kemarau,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Ia menambahkan, semangat kepedulian tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.

    “Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya dapat terus dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” tambahnya.

    Kehadiran sumur bor di Sukajaya menjadi gambaran bahwa pelayanan Polri kepada masyarakat memiliki dimensi yang luas. Di tengah tantangan musim kemarau dan keterbatasan air yang dialami ratusan keluarga, Polda Sumsel berupaya hadir dengan solusi yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

    Langkah tersebut sekaligus memperkuat semangat Polri untuk terus membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat melalui kepedulian, pelayanan, dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

  • Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

    Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

    Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat kurang lebih 1,3 ton di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan orang anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

    Pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen BNN serta Bea dan Cukai pada Februari 2026 mengenai adanya aktivitas pengangkutan narkotika menggunakan kapal Fude/King Sun yang bergerak dari wilayah Teluk Thailand menuju perairan Indonesia. Berdasarkan profiling awal, kapal tersebut diketahui membawa sembilan orang ABK berkewarganegaraan Myanmar.

    Rangkaian operasi bersama dimulai pada Selasa (4/8), saat Tim Gabungan melakukan koordinasi dan bergerak menuju titik pencegatan. Dua hari kemudian, Kamis (6/8), pergerakan kapal target terpantau memasuki wilayah perairan Indonesia. Unsur TNI AL yang terdiri atas KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 segera melaksanakan operasi penyekatan dan pencegatan terhadap kapal tersebut.

    Selanjutnya, Tim Gabungan BNN, Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri yang berada di atas Kapal BC 30005 bergabung dalam operasi untuk mengawal kapal King Sun menuju perairan Bintan. Pada sore harinya, petugas melakukan on board dan mengawal kapal beserta seluruh awaknya hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Pemeriksaan mendalam dilakukan pada Jumat (7/8) dengan melibatkan unit K-9 serta interogasi terhadap para awak kapal. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas menemukan lokasi penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan narkotika.

    Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan delapan orang ABK berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL. Sementara itu, barang bukti yang disita terdiri atas 65 karung. Sebanyak 64 karung masing-masing berisi kurang lebih 20 bungkus teh Cina berwarna hijau, sedangkan satu karung lainnya berisi 18 bungkus yang diduga kuat merupakan ketamine dalam bentuk kristal dengan berat bruto kurang lebih 1,3 ton.

    Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas negara. Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka dan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan sindikat, pihak-pihak yang terlibat, serta jalur logistik internasional yang digunakan dalam penyelundupan narkotika tersebut.

    #warondrugsforhumanity *BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*

  • Operasi Gabungan, 1,3 Ton Narkotika Jenis Ketamine Berhasil Digagalkan

    Operasi Gabungan, 1,3 Ton Narkotika Jenis Ketamine Berhasil Digagalkan

    Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, Bareskrim Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Polda Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ketamine seberat kurang lebih 1,3 ton di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas mengamankan sebuah kapal bernama King Sun beserta delapan orang anak buah kapal (ABK) yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika internasional.

    Pengungkapan ini bermula dari informasi intelijen BNN serta Bea dan Cukai pada Februari 2026 mengenai adanya aktivitas pengangkutan narkotika menggunakan kapal Fude/King Sun yang bergerak dari wilayah Teluk Thailand menuju perairan Indonesia. Berdasarkan profiling awal, kapal tersebut diketahui membawa sembilan orang ABK berkewarganegaraan Myanmar.

    Rangkaian operasi bersama dimulai pada Selasa (4/8), saat Tim Gabungan melakukan koordinasi dan bergerak menuju titik pencegatan. Dua hari kemudian, Kamis (6/8), pergerakan kapal target terpantau memasuki wilayah perairan Indonesia. Unsur TNI AL yang terdiri atas KRI Kerambit-627, KRI Surik-645, dan KRI Karotang-872 segera melaksanakan operasi penyekatan dan pencegatan terhadap kapal tersebut.

    Selanjutnya, Tim Gabungan BNN, Bea dan Cukai, serta Bareskrim Polri yang berada di atas Kapal BC 30005 bergabung dalam operasi untuk mengawal kapal King Sun menuju perairan Bintan. Pada sore harinya, petugas melakukan on board dan mengawal kapal beserta seluruh awaknya hingga bersandar di Pangkalan Kodaeral IV, Tanjung Sengkuang, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Pemeriksaan mendalam dilakukan pada Jumat (7/8) dengan melibatkan unit K-9 serta interogasi terhadap para awak kapal. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah petugas menemukan lokasi penyimpanan rahasia di bawah lantai kamar ABK asal Taiwan yang diduga digunakan untuk menyembunyikan narkotika.

    Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan delapan orang ABK berinisial ZO, MML, KH, MM, TA, ML, TMH, dan PL. Sementara itu, barang bukti yang disita terdiri atas 65 karung. Sebanyak 64 karung masing-masing berisi kurang lebih 20 bungkus teh Cina berwarna hijau, sedangkan satu karung lainnya berisi 18 bungkus yang diduga kuat merupakan ketamine dalam bentuk kristal dengan berat bruto kurang lebih 1,3 ton.

    Pengungkapan ini menjadi langkah penting dalam memutus jalur masuk narkotika melalui jalur laut sekaligus membongkar jaringan peredaran gelap narkotika lintas negara. Tim gabungan Joint Operation selanjutnya akan mengintensifkan pemeriksaan terhadap para tersangka dan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap jaringan sindikat, pihak-pihak yang terlibat, serta jalur logistik internasional yang digunakan dalam penyelundupan narkotika tersebut.

    #warondrugsforhumanity *BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN*